Arts

Apa Yang Menjadikan Kita Beda

Skyrim-Forgotten-500x300

Amerika di Perkembangan Lukis Abstrak Seni

White Blog

Seni Lukis Abstrak

Tapi selain keindahan karya mereka yang luar biasa, pelukis Salon memberi kami kapsul waktu, yang mencerminkan nilai-nilai masyarakat tempat mereka berasal – yang merindukan hasrat sentimental dan narasi agung. Mereka juga membuka mata terhadap bagaimana pameran, beasiswa, dan kritik museum, serta pergeseran dalam masyarakat, membentuk narasi sejarah seni – dan bagaimana faktor-faktor ini perlahan tapi pasti menentukan siapa yang diingat, dan siapa yang terlupakan.

Hari ini, van Gogh mungkin dianggap sebagai “pelukis terbesar paruh kedua abad ke-19,” dilihat dari pameran blockbuster yang tak terhitung jumlahnya dan raisonnés katalog atas namanya.

Pada saat proyek tersebut mulai digulirkan, beberapa seniman Amerika mulai melakukan penjelajahan dalam berbagai teknik. Beberapa di antaranya mengangkat semangat Renaissance sebagai inspirasi. Beberapa seniman misalnya Ashily Gorky, Willem de Kooning, Philips Guston, dan James Streams, melakukan penjelajahan dan penggalian aspek-aspek dalam Kubisme atau dalam seni abstrak. Termasuk di dalamnya para pelukis dinding yang dihasilkan dari proyek ini. Atas saran Stuart Davies, yang mengambil alih beberapa seniman yang tidak terkenal misalnya Gorky, Guston, Streams dan Begyne Diller.

Selama tahun 1930-a dalam seni patung seperti halnya seni lukis, didominasi oleh seniman akademi dan terisolasi dari seniman progresif. Beberapa pematung telah berusaha dan beberapa di antaranya telah berhasil mengubah wajah patung Amerika akhir perang dunia ke-2. Alexander Calder, merupakan seniman patung yang berpengaruh terhadap patung konstruksi Amerika sejak tahun 1945.

Galeri tersebut merupakan historical center permanen pertama di kota New York yang menampung karya seni moderen terbaru. Langkah the Display of Living Expressions pada hakekatnya mengikuti jejak Gallery seni moderen tahun 1929, yang mengadakan pameran seni moderen dengan judul Kubisme dan Seni Abstrak, dan Seni Fantastik, Dada dan Surealisme. Kedua pameran tersebut diadakan pada tahun 1936. Di Amerika, pada tahun yang sama terbentuk American Unique Craftsman (AAA) atau Seniman Abstrak Amerika di bawah pimpinan Josef Albers.

Sepanjang tahun 1930-a beberapa seniman progresif Eropa datang ke Amerika. Misalnya Fernand Leger, yang melakukan 3 (tiga) kali kunjungan ke Amerika ketika pecah perang dunia ke-2 sebelum menetap. Tidak hanya Duchamp, yang menetap lebih dahulu, seniman Jean Helion, Ozen, Moholy-Nagy, dan Hans Hoffman yang semuanya menetap di Amerika sebelum tahun 1940. Senimanseniman berpengaruh sebagai seorang master seni. Seluruh kelompok tersebut merupakan gelombang pertama seniman Eropa yang menghabiskan tahun-tahun perang dunia di Amerika yang turut memberi wajah pada perkembangan seni lukis Amerika. Sebaliknya pada tahun-tahun tersebut beberapa seniman muda Amerika mulai datang dan belajar di Paris.

Pada akhir dasa warsa 1930-a dan 1940-a kelompok AAA telah mengadakan pameran tahunan dalam rangka memperkenalkan segala bentuk seni abstrak. Walaupun pada masa itu perhatian publik seni masih tertuju pada konstruktivisme dan abstraksi neo-plastis. Kecuali Stuart Davies, kelompok seniman Eropa yang datang ke Amerika pasca perang secara berangsur-angsur menutup hubungan dengan modernitas Eropa, dan hal ini sangat penting terhadap perkembangan seni Amerika present day berikutnya.

Di antara para seniman progresif Eropa yang datang ke Amerika, Piet Mondrian merupakan tokoh penting yang menjadi simbol dan tokoh perfect bagi perkumpulan seniman abstrak Amerika. Kelompok seniman ini dalam waktu singkat telah memiliki banyak pengikut. Kelompok ini pada mulanya masih dipengaruhi Abstraksi Geometris, yang pada akhirnya memunculkan Revolusi Ekspresionisme Abstrak yang sangat bertentangan dengan Abstraksi Geometris. Gerakan Ekspresionisme Abstrak inilah yang kemudian muncul sebagai gerakan yang withering berpengaruh dalam sejarah seni rupa Amerika Moderen

Selama tahun 1930-a Kubisme dan Seni Abstrak di Amerika tetap memegang peranan utama. Dukungannya dapat dilihat periode pada pasca perang yang merupakan upaya transformasi Amerika dari posisi sebagai pengikut menuju pendamping dalam penciptaan karya yang menyangkut seni dan arsitektur baru.

Beberapa peristiwa kesenian yang terjadi di tahun 1920-a dan 1930-a diyakini sebagai jalan menuju kesenian masa depan. Pada tahun 1920, Katherine Dreiet, seorang pelukis dan kolektor lukisan, atas saran Marcel Duchamp telah mengorganisasi masyarakat umum untuk menggalakkan pembelian dan kegiatan contoh pameran terhadap karya seni yang telah dicapai dari Eropa maupun Amerika. Bagi masyarakat kegiatan tersebut juga sebagai sarana studi dan simposium. Pada tahun 1927, A.E. Gallatin yang juga pelukis dan kolektor lukisan, telah meletakkan salah seorang individual untuk penataaan koleksi seni moderen di New York College, yang diberi nama The Exhibition of Living Expressions.

Baca Juga : [ Tempat Yang Terlupakan

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *