4 Destinasi Tak Berpenghuni Ini Layak Untuk Dikunjungi

White Article, Blog

Meski telah lama tak berpenghuni namun keunikan kondisi destinasi berikut ini membuat banyak orang ingin menyambangi

Apa kira-kira latar belakang Anda untuk memutuskan berpergian ke sebuah destinasi pilihan? Apakah keindahan pemandangannya, keunikan budayanya atau kelezatan kulinernya? Setiap orang pasti punya alasan saat ingin mengunjungi destinasi pilihannya. Tapi kira-kira apa ya alasa orang yang ingin mengunjungi sebuah destinasi yang kondisinya tak berpenghuni?

Pemandangan banyak gedung-gedung, rumah-rumah, dan tempat-tempat lainnya yang tidak berpenghuni, atau kemudian telah ditinggalkan oleh manusia. Tidak terurus membuat tempat tersebut penuh dengan tanaman-tanaman menjalar, debu, serangga, dan hal-hal tak terduga lainnya.

MAIN IMAGE 1
Namun anehnya justru tempat-tempat tersebut justru menjadi menakjubkan untuk dilihat karena saking lamanya ditinggalkan dan ditelantarkan. Nah, berikut ini adalah empat tempat yang tak lagi berpenghuni, namun banyak orang yang ingin mengunjunginya.

Kota nelayan (Shengshan, China)
Tak banyak dan bisa dihitung jadi berapa jumlah orang yang tinggal di Houtouwan , sebuah desa di Pulau Shengshan timur dari Shanghai yang dulunya rumah bagi lebih dari 2.000 nelayan. Setiap hari ratusan wisatawan mengunjungi Houtouwan, menyusuri jalan setapak yang sempit melewati rumah-rumah reyot dikalahkan oleh tanaman.

Desa terpencil, pada salah satu dari lebih dari 400 pulau di kepulauan Shengsi, ditinggalkan pada awal 1990-an sebagai penduduk kaya pertama bertujuan untuk meninggalkan masalah dengan pendidikan dan penyediaan makanan.

Tempat penggilingan (Sorrento, Italia)
Lokasinya berada Italia bagian Selatan di sebuah kota bernama Sorrento yang terletak di dekat Naples, terdapat lembah yang cukup dalam yang disebut Valley of Mills, atau Lembah Penggilingan. Tempat penggilingan ini beroperasi sejak tahun 900-an dan produksi utamanya adalah tepung.
Tempat ini ditutup tahun 1886 karena pembangunan Tasso Square membuatnya terisolasi dari lautan, mengakibatkan tingkat kelembaban menjadi tinggi , sehingga mengakibatkan tumbuhan hijau merambat sangat cepat.

Kuburan mobil (Belgia)
Mendengar kata kuburan tentu akan menimbulkan rasa ketakutan tersendiri. Tapi, yang ini berbeda Chatillon (merupakan judi bola) di sebuah hutan di Belgia . Ratusan mobil tersebut merupakan kendaraan yang dahulu dimiliki atau diambil oleh tentara judi bola terpercaya dan dikumpulkan di satu tempat.

Melihat kawasan ini, maka nuansa bagai film horor pasti akan langsung tertangkap rasa. Ya, sebab ini adalah kuburan massal korban perang dunia 2, yang terletak di sebuah hutan di Belgia. Uniknya, kuburan massal disini bukanlah kuburan massal manusia, melainkan kuburan massal mobil-mobil sisa perang dunia 2. Ada ratusan mobil yang berada di hutan ini.

MAIN IMAGE 2
Kuburan massal ratusan mobil ini berada di hutan dekat Desa Chatillon, salah satu desa tertua di Belgia. Ratusan mobil itu adalah kendaraan yang dahulu dimiliki atau diambil oleh tentara Amerika Serikat dan dikumpulkan di agen bola online.

Awalnya, pengumpulan ini dilakukan karena para tentara sudah mulai dipulangkan.

Pengumpulan ini dimaksudkan agar lebih memudahkan bila suatu saat mereka ingin mengambilnya dan membawanya ke Amerika Serikat.

Kota radioaktif (Pripyat, Ukraina)
Kota ini memang telah mati selama puluhan tahun karena tingkat radiasi di sana masih sangat tinggi. Namun kini beberapa traveler mulai berdatangan untuk menyaksikan sendiri bentuk kota mengenaskan itu. Kota ini berbatasan dengan Belarusia, dan pada zamannya memiliki sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir yang canggih. Di dekat pembangkit listrik tersebut kemudian dibangun sebuah kota bernama Pripyat yang terdiri dari banyak gedung untuk tempat tinggal para pekerjaannya.

MAIN IMAGE 3Ukraina memiliki kota yang dulu dihuni banyak warga yang hidup secara damai yaitu Chernobyil 

. Namun, bencana tak terduga kemudian terjadi di tahun 1986, ketika reaktor nuklir Chernobyl meledak dengan dahsyatnya dan menjadi salah satu tragedi nuklir terbesar di dunia selain bom atom yang dijatuhkan di Jepang pada masa Perang Dunia II.

Akibat dari bencana tersebut kota Pripyat ditinggalkan penduduknya dan menyisakan bangunan-bangunan yang terbengkalai.

 

Baca Juga : 5 Tempat Yang Menjadi Seni Mendadak

Learn More